Monthly Archives: September 2019

Asal Usul Julukan Burung Surga Cendrawasih

Asal Usul Julukan Burung Surga Cendrawasih

Asal Usul Julukan Burung Surga Cendrawasih

Burung Cendrawasih mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga sebagian masyarakat yang ada di Indonesia. keindahan dari burung ini bahkan sudah di akui di dunia internasional. Burung Cendrawasih memang merupakan burung yang tidak terdapat disemua negara di dunia. Hanya beberapa negara yang merupakan habitat dari burung Cendrawasih ini.

Australia, Halmahera dan Indonesia merupakan negara yang bisa dibilang cukup beruntung karena menjadi habitat dari burung Cendrawasih ini. Burung Cendrawasih sendiri lebih dikenal dengan sebutan burung surga di negara-negara eropa. pemberian nama tersebut ternyata memiliki asal usul tersendiri sebab pada zaman dulu burung Cendrawasih ini kerap kali diburu secara liar oleh masyarakat untuk mendapatkan bulu dari burung Cendrawasih yang indah tersebut.

Bulu yang indah dan halus tersebut konon akan di jadikan sebagai hadiah untuk para petinggi di eropa. Bulu dari burung Cendrawasih tersebut bahkan dijadikan sebagai hiasan dari topi para bangsawan yang ada di eropa tersebut. Di indonesia sendiri Burung Cendrawasih dapat ditemukan hanya di provinsi Papua. Di Papua terdapat setidaknya 30 jenis burung Cendrawasih.

Burung Cendrawasih sendiri mempunyai 42 spesies yang berbeda diantaranya Cendrawasih Merah, Cendrawasih Botak, dan Cendrawasih 12 Antena. Semua burung Cendrawasih tersebut mempunyai keunikan dan ciri tersendiri, oleh sebab itu burung Cendrawasih ini diberi nama Bird of Paradise atau burung surga. Sejarah lain dari penamaan burung Cendrawasih ini sebagai burung surga bermula pada perburuan yang terjadi di abad ke-20.

Burung cendrawasih yang telah diburu tersebut akan dibawa ke eropa untuk dijual namun pada perjalanan menuju eropa terjadi musibah yang membuat kaki dari burung Cendrawsih ini patah. Hal tersebut menyebabkan burung Cendrawsih tersebut terus terbang diatas dan orang eropa kemudian menamai burung Cendrawasih dengan burung surga. Dari penelusuran yang dilakukan di Indonesia sendiri diketahui fakta bahwa kerajaan yang ada di eropa telah mengenal burung Cendrawasih sejak tahun 1522. Burung Cendrawsih tersebut bahkan dijadikan sebagai hadiah oleh Raja Maluku kepada Kerajaan Spanyol pada masa itu.

Esemka Resmi Diluncurkan Dan Bukan Mobil Nasional

Esemka Resmi Diluncurkan Dan Bukan Mobil Nasional

Esemka Resmi Diluncurkan Dan Bukan Mobil Nasional

Presiden Joko Widodo secara resmi hadir dalam peresmiaan peluncuran produk mobil Esemka di Boyolali. Mobil dengan bentuk pikap tersebut akan dijual secara resmi di Indonesia mulai dari kawasan Boyolali meskipun mobil tersebut di produksi di Indonesia namun secara tegas Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Esemka bukan merupakan mobil nasional.

Esemka sendiri merupakan perusahaan nasional yang mengeluarkan produk mobil karya anak Indonesia yang akan dikenal dengan nama BIMA. Sebuah mobil dikatakan sebagai mobil nasional masih harus melewati beberapa tahapan sebab arti dari mobil nasional tersebut sangatlah luas sehingga Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Eddy Wirajaya enggan menyebutkan bahwa produk mobil pikap tersebut adalah mobil nasional.

Esemka memilih model pikap sebagai fokus dari produksi mobil karena hal tersebut merupakan strategi utama untuk bisa bersaing dengan mobil produksi luar negeri yang sudah menjamur dipasaran. Dengan kualitas dan harga mobil yang dikeluarkan saat ini maka pihak dari Esemka sangat optimis bahwa BIMA akan mampu mencapai penjualan tertinggi di pasaran untuk kategori mobil pikap.

BIMA sendiri masih mempunyai beberapa variasi yang dapat dipilih berdasarkan size dan kapasitas mesin mobilnya. Presiden Joko Widodo juga ikut menghimbau agar masyarakat Indonesia harus bangga untuk memakai produk karya anak bangsa tersebut. Presiden Joko Widodo juga yakin bahwa mobil BIMA ini akan segera laku keras dipasaran otomotif di Indonesia.

Hal ini merupakan sesuatu yang positif di bidang industri otomotif di Indonesia. Mobil pikap tersebut akan dipasarkan di seluruh daerah di Indonesia khususnya untuk memenuhi kebutuhan akan mobil pikap tersebut disektor industri dan pertanian yang masih cukup besar. Daerah Boyolali khususnya akan menjadi konsumen pertama dari mobil pikap Esemka tersebut.

Keberhasilan Esemka di dalam negeri akan berdampak positif sehingga dimasa depan nantinya bukan hal yang tidak mungkin jika mobil BIMA tersebut dipasarkan dalam pasar internasional. Saat ini mobil BIMa masih mempunyai dua pilihan yakni BIMA 1.2 dengan kapaasitas mesin 1.200 cc dan BIMA 1.3 dengan kapasitas mesin 1.300 cc.