Gumuk Pasir Toraja

Di indonesia ternyata bukan hanya Jogja satu-satunya daerah saja yang memiliki gumuk pasir, gumur pasir juga ada di toraja, sulawesi selatan. gumuk pasir toraja juga tidak kalah indahnya dengan gumuk pasir yang ada di jogja.

Kelebihan gumuk pasir jogja yaitu memiliki lanskap landai, berbeda dengan gumuk pasir sumalu toraja, gumuk pasir toraja lebih berbukit dan juga permukaannya lebih padat di bandingkan dengan gumuk pasit jogja.

Gumuk pasir terbentuk bukanlah proses dari manusia, melainkan terbentuk karena proses alam. Angin lah hal utama yang membentuk gumuk pasir tersebut, angin membawa pasir sedikit demi sedikit dan bertumpuk hingga membuat sebuah gumuk, karena arah angin yang tidak beraturan membuat pasir yang bertumpuk tidak simetris dan yang terjadi adalah membentuk gunung yang meliuk-liuk.

Gumuk pasir di toraja memili dua tempat yang berbeda, gumuk pasir yang pertama kali eksis adana gumuk pasir yang berlokasi di depan geraja toraja, gumuk pasir ini mulau desember 2016 sudah banyak di ketahui orang banyak.

Sedangkan gumuk pasir sumalu, yang merupakan gumuk pasir kedua eksis pada september 2017 yang berlokasi di Buntu Rondo, Rantebua.

Di gumuk pasir sumalu ini anda dapat menikmati terbit dan terbenamnya matahari sambil duduk di atas gumukan. angin yang berhembus menemani hari anda. selain itu anda juga dapat menikmati segelas teh atau kopi digumukan pasir dengan membelinya lewat penjual yang terdapat di lokasi tersebut.

Keindahan Pulau Pamalikan

Kabupaten kotabaru yang berlokasi di kalsel ternyata terdapat tempat wisata yang memiliki keindahan alam yang belum terekspos, terdapat satu pulau yang memiliki potensi untuk menjadi sebuah objek wisata baru di indonesia.

Pulau yang memiliki potensi ini adalah pulau pamalikan yang berlokasi di kec. Pulau sembilan. pulau ini memiliki luas sekitar 4.75 km persegi. bagi anda yang ingin berkunjung ke tempat ini, anda bisa menggunakan kapal perintis untuk berlayar dari kotabaru.

Kata Pamalikan memiliki arti dalam bahasa mandar yang artinya Hanyut, Menurut cerita warga suku mandar, kotabaru pulau pamalikan ini dulu terpisah dari induknya yang di sebut Matasiri yang lokasinya jauh dari pemukiman penduduk.

Selain memiliki potensi untuk di jadikan tempat berwisata, pulau pamalikan ini juga memiliki potensi sebagai tempat untuk pengembangbiakan beberapa jenis penyu, penyu termasuk kelompok hewan yang di lindungi maka dari di perlukan usaha agar popularitas
hewan tersebut di pulau pamalikan ini tetap terjaga dengan baik.

Pulau pamalikan ini sangat cocok jika di manfaatkan untuk pengembangbiakan penyu, pantai di pulau ini memiliki pasir putih di sisi barat dan juga di sisi timur pulau, pulau ini juga terdapat tempat untuk penyu bertelur.

Bagi anda yang menyukai wisata air dan pantai, tempat ini adalah salah satu tempat rekomendasi bagi anda, mengingat tempat ini masih sangat fresh dan belum banyak di kunjungi oleh banyak orang, anda bisa menikmati suasana yang tenang di pulau ini.